Minggu, 31 Maret 2013

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MULAI TIDAK HARMONIS LAGI


Kerukunan umat beragama adalah suatu bentuk sosialisasi yang damai dan tercipta berkat adanya toleransi agama. Toleransi agama adalah suatu sikap saling pengertian dan menghargai tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun, khususnya dalam masalah agama. Kerukunan umat beragama adalah hal yang sangat penting untuk mencapai sebuah kesejahteraan hidup di negeri ini. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki keragaman yang begitu banyak. Tak hanya masalah adat istiadat atau budaya seni, tapi juga termasuk agama. Walau mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, ada beberapa agama lain yang juga dianut penduduk ini. Kristen, Khatolik, Hindu, dan Budha adalah contoh agama yang juga banyak dipeluk oleh warga Indonesia. Setiap agama tentu punya aturan masing-masing dalam beribadah. Namun perbedaan ini bukanlah alasan untuk berpecah belah. Sebagai satu saudara dalam tanah air yang sama, kita harus menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia agar negara ini tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.
Pengertian lain dari kerukunan umat beragama yaitu suatu bentuk menjalin kahidupan di mana kita harus saling menghormati serta menghargai agama-agama lain di sekeliling kita, misalnya dalam bentuk hari-hari besar yang mereka rayakan. Tidak hanya hari-hari besar dalam hidup keseharian pun kita harus tetap menjalain komunikasi dengan baik untuk membangun suatu hubungan yang dapat berpengaruh positif dalam kehidupan kita.
Persamaan Membangun Kerukunan Antar Umat Beragama. Tidak tidak bisa dibantah bahwa, pada akhir-akhir ini, ketidakerukunan antar dan antara umat beragama [yang terpicu karena bangkitnya fanatisme keagamaan] menghasilkan berbagai ketidakharmonisan di tengah-tengah hidup dan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Oleh sebab itu, perlu orang-orang yang menunjukkan diri sebagai manusia beriman [dan beragama] dengan taat, namun berwawasan terbuka, toleran, rukun dengan mereka yang berbeda agama. Disinilah letak salah satu peran umat beragama dalam rangka hubungan antar umat beragama, yaitu mampu beriman dengan setia dan sungguh-sungguh, sekaligus tidak menunjukkan fanatik agama dan fanatisme keagamaan. Di balik aspek perkembangan agama-agama, ada hal yang penting pada agama yang tak berubah, yaitu credo atau pengakuan iman. Credo merupakan sesuatu khas, dan mungkin tidak bisa dijelaskan secara logika, karena menyangkut iman atau percaya kepada sesuatu di luar jangkauan kemampuan nalar manusia. Dan seringkali credotersebut menjadikan umat agama-agama melakukan pembedaan satu sama lain. Dari pembedaan, karena berbagai sebab, bisa berkembang menjadi pemisahan, salah pengertian, beda persepsi, dan lain sebagainya, kemudian berujung pada konflik.
Di samping itu, hal-hal lain seperti pembangunan tempat ibadah, ikon-ikon atau lambang keagamaan, cara dan suasana penyembahan atau ibadah, termasuk di dalamnya perayaan keagamaan, seringkali menjadi faktor ketidaknyamanan pada hubungan antar umat beragama. Jika semua bentuk pembedaan serta ketidaknyamanan itu dipelihara dan dibiarkan oleh masing-masing tokoh dan umat beragama, maka akan merusak hubungan antar manusia, kemudian merasuk ke berbagai aspek hidup dan kehidupan. Misalnya, masyarakat mudah terjerumus ke dalam pertikaian berdasarkan agama [di samping perbedaan suku, ras dan golongan]. Untuk mencegah semuanya itu, salah satu langkah yang penting dan harus terjadi adalah kerukunan umat beragama. Suatu bentuk kegiatan yang harus dilakukan oleh semua pemimpin dan umat beragama.
Kerukunan [dari ruku, bahasa Arab, artinya tiang atau tiang-tiang yang menopang rumah; penopang yang memberi kedamain dan kesejahteraan kepada penghuninya] secara luas bermakna adanya suasana persaudaraan dan kebersamaan antar semua orang walaupun mereka berbeda secara suku, agama, ras, dan golongan. Kerukunan juga bisa bermakna suatu proses untuk menjadi rukun karena sebelumnya ada ketidakrukunan; serta kemampuan dan kemauan untuk hidup berdampingan dan bersama dengan damai serta tenteram. Langkah-langkah untuk mencapai kerukunan seperti itu, memerlukan proses waktu serta dialog, saling terbuka, menerima dan menghargai sesama, serta cinta-kasih.
Di samping itu, harus terjadi kerukunan intern umat beragama. Hubungan tak harmonis intern umat beragama pun bisa merusak atau berdampak masyarakat luas yang berbeda agama. Biasanya perbedaan tafsiran terhadap teks kitab suci dan pemahaman teologis dalam agama-agama memunculkan konflik serta perpecahan pada umat seagama. Konflik dan perpecahan yang melebar, bisa mengakibatkan rusaknya tatanan hubungan baik antar manusia, bahkan mengganggu hidup dan kehidupan masyarakat luas. Kerukunan dapat dilakukan dengan cara tidak mengganggu ketertiban umum; tidak memaksa seseorang pindah agama; tidak menyinggung perasaan keagamaan atau ajaran agama dan iman orang yang berbeda agama; dan lain-lain
Kerukunan antara umat beragama dan kerukunan intern umat seagama harus juga seiring dengan kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Pemerintah adalah lembaga yang berfungsi memberlakukan kebaikan TUHAN Allah kepada manusia; pemelihara ketertiban, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam kenyataan kesehariannya, seringkali terlihat bahwa, pemerintah dengan politik akomodasinya, bukan bertindak sebagai fasilitator kerukunan umat beragama, tetapi membela salah satu agama.
Macam-Macam Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
·                     Kerukunan antar pemeluk agama yang sama, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat penganut satu agama. Misalnya, kerukunan sesama orang Islam atau kerukunan sesama penganut Kristen.
·                     Kerukunan antar umat beragama lain, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat yang memeluk agama berbeda-beda. Misalnya, kerukunan antar umat Islam dan Kristen, antara pemeluk agama Kristen dan Budha, atau kerukunan yang dilakukan oleh semua agama.
·                      
Bagaimana Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
·                     Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesama antar pemeluk agama yang sama maupun yang berbeda.Rasa toleransi bisa berbentuk dalam macam-macam hal. Misal, perijinan pembangunan tempat ibadah oleh pemerintah, tidak saling mengejek dan mengganggu umat lain, atau memberi waktu pada umat lain untuk beribadah bila memang sudah waktunya. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap toleransi. Hal ini sangat penting demi menjaga tali kerukunan umat beragama di Indonesia.
·                     Selalu siap membantu sesama. Jangan melakukan diskriminasi terhadap suatu agama, terutama saat mereka membutuhkan bantuan. Misalnya, di suatu daerah di Indonesia mengalami bencana alam. Mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Kristen. Bagi Anda yang memeluk agama lain, jangan lantas malas untuk membantu saudara sebangsa yang sedang kesusahan hanya karena perbedaan agama.
·                     Selalu jagalah rasa hormat pada orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut. Misalnya dengan selalu berbicara halus dan tidak sinis. Hal ini tentu akan mempererat kerukunan umat beragama di Indonesia.
·                     Bila terjadi masalah yang menyangkut agama, tetap selesaikan dengan kepala dingin tanpa harus saling menyalahkan. Para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan peranannya dalam pencapaian solusi yang baik dan tidak merugikan pihak manapun, atau mungkin malah menguntungkan semua pihak.

Minggu, 24 Maret 2013

Kejahatan Di Kota Lebih Sering Terjadi Dari Pada di Desa



Angka Kejahatan
Angka kejahatan di Indonesia kian mengalami peningkatan. Pada 2004 jumlah
kejahatan tindak pidana meningkat 23,955 kasus atau 12,2 % dari 196,931 kasus pada
2003 menjadi 220,886 kasus pada 2004. Sedangkan pada 2005, peningkatan tersebut
Pulau Jawa memiliki kontribusi sebesar 51,2 % jumlah kejahatan pidana pada 2004,
sedangkan menurut provinsi, DKI Jakarta memberikan share paling tinggi hingga
mencapai hampir seperempat (24,2 %) dari seluruh kasus. Namun dilihat dari kenaikan
angka kejahatan 2003-2004, DKI Jakarta menempati urutan ketiga sebesar 40.9%. Urutan
pertama yaitu Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara yang masing-masing mencapai
44% dan 41.3%. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan angka kejahatan 2003-
2004 yaitu: NAD, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, NTT,
Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Penurunan tertinggi
yaitu Maluku 38.1%, kemudian Sulawesi Utara 31.6% dan NAD 31.2%. Pada 2005, Pulau
Jawa masih menempati posisi teratas jumlah kasus tertinggi yaitu 49.7 % dari total
kejahatan pidana dan DKI Jakarta berkontribusi 22.8 % total kejahatan di Indonesia,
sedangkan provinsi dengan angka terendah adalah Maluku Utara.
Tingkat Kejahatan
Ukuran lain dalam menghitung angka kejahatan adalah dengan crime rate atau
tingkat kejahatan, yaitu resiko penduduk terkena tindak kejahatan per 100,000 penduduk.
Perhitungan tingkat kejahatan adalah sebagai berikut:
Tingkat Kejahatan = jumlah kasus provinsi i / populasi penduduk * 100,000
Tingkat kejahatan tertinggi pada Tahun 2004 adalah Provinsi Sulawesi Utara yaitu
410 per 100,000 penduduk. Artinya, dari 100,000 penduduk Sulawesi Utara, 410 orang di
antaranya beresiko terkena tindak kejahatan. Berikutnya yaitu DKI Jakarta 321 per
100,000 penduduk. Sementara provinsi yang memiliki tingkat kejahatan terendah yaitu 19
per 100, 000 penduduk.
Sedangkan pada 2005, DKI Jakarta menduduki posisi tertinggi yaitu hingga 676
orang dari 100,000 penduduk terkena resiko kejahatan. Selanjutnya yaitu Sulawesi Utara
dan Gorontalo masing-masing 418 dan 286 orang per 100,000 penduduk.

Selang waktu kejahatan adalah salah satu parameter dalam mengukur terjadinya

kejahatan di susatu wilayah. Makin pendek waktunya, artinya frekuensi terjadinya
kejahatan makin sering. Selang waktu kejahatan didapatkan dengan rumus sebagai berikut:
Selang waktu kejahatan tahun t (detik) = 365 x 24 x 60 x 60 / jumlah kejahatan tahun t
Pada 2004, tercatat bahwa selang waktu kejahatan di Indonesia lebih pendek
dibandingkan pada 2003. Rata-rata selang waktu kejahatan yaitu 2 menit 22 detik pada
2004, di mana sebelumnya lebih lama 18 detik yaitu 2 menit 40 detik pada 2003.
Pada kurun waktu 2003-2005, DKI Jakarta, sebagaimana juga pada indikator
tingkat kejahatan yang lain, memiliki selang waktu yang paling pendek dan terus menerus
memendek. Yaitu 13 menit 52 detik pada 2003 menjadi 9 menit 50 detik pada 2004
kemudian memendek lagi hingga 8 menit 47 detik. Hal ini juga berlaku bagi selang waktu
kejahatan properti di Jakarta yang makin memendek dari 25 menit 1 detik menjadi 17
menit 27 detik pada 2004 kemudian memendek lagi hingga 14 menit 41 detik. Selang
waktu tersebut bahkan lebih pendek dari selang waktu seluruh kejahatan yang terjadi di
semua provinsi lain di Indonesia baik pada tahun 2003, 2004 maupun 2005.
Sedangkan provinsi yang memiliki selang waktu kejahatan paling lama yaitu
Sulawesi Tenggara pada 2003 dengan selang waktu 7 jam 24 menit 17 detik, sementara
Banten dan Maluku Utara adalah provinsi dengan selang waktu kejahatan terlama pada
2004 dan 2005, masing-masing dengan selang waktu 10 jam 55 menit 21 detik dan 17 jam
35 detik. Sedangkan untuk kategori kejahatan properti, provinsi dengan selang waktu
64

terlama pada 2003 yaitu Maluku dengan 88 jam 29 menit 5 detik atau 3 hari 16 jam 29
menit 5 detik, kemudian Sulawesi Utara dengan 47 jam 36 menit 31 detik, atau hampir
dua hari yaitu 1 hari 23 jam 36 menit 31 detik. Sedangkan pada 2005 diketahui Maluku
Utara memiliki selang waktu terlama dan merupakan yang paling panjang di antara
provinsi manapun pada 2003 – 2005 yaitu 151 jam 2 menit 4 detik atau hampir sepekan
yaitu 6 hari 7 jam 2 menit 4 detik.
Pada tabel IV.2 tampak bahwa pada 2003-2004 baik pada selang waktu kejahatan
maupun selang waktu kejahatan properti kota-kota di Indonesia memiliki kencendrungan
untuk mengalami selang waktu yang lebih panjang (dicetak tebal pada tabel) namun pada
2005 selang waktu itu kembali memendek bahkan lebih pendek dibandingkan pada 2003,
kecuali pada kejahatan properti di NAD yang konsisten menunjukkan selang waktu yang
memanjang. Pada selang waktu kejahatan total semua provinsi mengalami pemendekan
pada 2004 sedangkan pada 2005 selain NAD, Sumatera Selatan dan Bali juga
menunjukkan pemanjangan selang waktu meskipun pemanjangan tersebut tidak terlalu
drastis bahkan kurang dari 60 menit.
65
Analisis ekonomi ..., Ihdal Husnayain, FE UI, 2007



meningkat lagi sebesar 19, 1% hingga mencapai 263,063 kasus pidana


kejahatan provinsi-provinsi di Pulau Jawa dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, 







Senin, 14 Januari 2013

PERBEDAAN MASYARAKAT DI KOTA DENGAN MASYARAKAT DI DESA

MASYARAKAT PEDESAAN

Masyarakat pedesaan biasanya mereka lebih kompak ketimbang masyarakat di daerah perkotaan karena di pedesaan belum terlalu mengenal arti dari sebuah teknologi, jadi dapat di simpulkan bahwa masyarakat yang berada di pedesaan akan lebih memahami karakter seseorang ketimbang masyarakat di perkotaan dan masyarakat di pedesaan sebagian besar masih percaya akan tahayul apa pun itu yang berbau mistis, mereka biasanya lebih ramah dalam bersosialisasi, dan dalam menyikapi masalah mereka masih bisa berdemokrasi dengan penduduk setempat atau lurah setempat agar masalah mereka bisa terselesaikan, sifat rajin tekun biasanya ada pada diri setiap warga yang tinggal di daerah pedesaan karena mereka menganggap dirinya kalo tidak rajin maka tidak akan bisa membanggakan dirinya sendiri.

MASYARAKAT KOTA

Masyarakat kota pada umumnya mereka yang berada atau tinggal di dearah perkotaan tidak terlalu kompak bahkan mereka kebanyakan hanya memikirkan keluarganya masing masing beda halnya dengan masyarakat di pedesaan karena mereka kebanyakan bersaing dalam hal kejayaan mereka akan merasa kalah jika tetangga mereka mempunyai barang yang mereka sendiri tidak punya. masyarakat daerah perkotaan tentu sana lebih tau akan halnya teknologi itu yang menyebabkan sosialisi yang seharusnya terjalin dengan sempurna dengan adanya gedget dll, bisa menyebabkan komunikasi secara langsung terhambat dengan kata lain masyarakat di kota lebih susah mengenal orang lebih dekat atau melih karakteristik sesorang, umumnya masyarakat di pekotaan tidak mau ambil pusing mereka menganggap jaman sudah canggih segala sesuatu bisa di lakukan tanpa bersusah payah karena adanya teknologi.


KESIMPULAN :
masyarakat di pedesaan dan perkotaan masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing masing tinggal bagaimana kita dapat menyesuakan diri ke lingkungan sekitar kita agar kita bisa mudah bersosialisasi dengan masyarakat manapun. 


Senin, 08 Oktober 2012

Hakikat Pengantar Ilmu Sosial Dasar


· Hakekat dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

ISD adalah pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori-teori (fakta, konsep, teori) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah) MK. ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”.

· Ilmu Sosial Dasar sebagai MK kehidupan bermasyarakat

· Tujuan ISD dan IBD

Ilmu Sosial Dasar

Tujuan dari kajian Ilmu Sosial Dasar ini ialah untuk memahami dan menyadari adanya kenyataan sosial dalam masyarakat dan masalah sosial dalam masyarakat merupakan masalah yang kompleks dan pembentukan, pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam.

Ilmu Budaya Dasar

Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka. Memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.


Perbedaan ISD dan IBD

Ilmu Sosial Dasar

Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah sosial tertentu. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu sosial. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial.

Ilmu Budaya Dasar

Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. Hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam perwujudannya dalam kebudayaan setiap zaman dan tempat.

· ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya

ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.

Manusia dan Masalahnya
Setiap manusia memiliki masalah dan yang membedakan nya adalah volume dan jenis masalahnya. Manusia dapat dikatakan dewasa jika mampu menyikapi masalah – masalahnya.
Manusia memiliki masalah sosial, masalah sosial adalah suatu kondisi dimana terganggunya sebagian besar kehidupan masyarakat dan perlu dicari jalan pemecahannya.

Manusia memiliki masalah karena :
Perkembangan budaya, budaya berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal, moral, sopan, tata krama. Sedangkan daya adalah unsur perbuatan jasmani/ kekuatan/ kemampuan untuk cipta, rasa, karya, karsa. Jadi perkembangan budaya adalah perkembangan akal, moral, kesopanan , tata krama dalam perbuatan jasmani agar mampu menciptakan, merasakan, membuat karya yang mampu digunakan oleh manusia itu sendiri

Beberapa Etika Ketika Anda akan Memposting di Internet

Di dalam dunia Internet kita mengenal cara berinteraksi melalui sebuah media yang tidak hanya orang orang tertentu yang mengetahui apa yang kita lakukan di dalam interaksi tersebut maka dari itu sangatlah penting etika memposting di dalam internet. Etika di Internet dikenal dengan istilah Netiquette (Network Etiquette), yaitu semacam tatakrama dalam menggunakan Internet. Etika , lebih erat kaitannya dengan kepribadian masing-masing.

a. Hindari Penggunaan Huruf Kapital (besar) yang berlebihan
Menggunakan huruf kapital (uppercase) tidak dilarang. Tetapi jika
berlebihan, misalnya sampai satu alinea, apalagi diimbuhi dengan tanda
seru, orang akan malas membacanya. Huruf kapital juga seringkali
dianalogikan pada suasana orang yang sedang emosi, marah, atau
berteriak-teriak. Jadi, gunakan huruf kapital hanya untuk penegasan pada
kata tersebut. 

b. Memberi Judul dengan Jelas Dan Menarik
Ketika mengirim sebuah email, Anda harus memberikan judul pada
email tersebut. Seperti halnya tulisan pada koran atau majalah, judul
harus menggambarkan isi tulisan. Judul inilah yang pertama kali dilihat
oleh penerima email. Judul seperti “Mau Bertanya”, “Tanggapan”, dan
sebagainya, cenderung diabaikan karena tidak spesifisik. 

c. Menggunakan BCC daripada CC pada Email
Alamat email adalah bagian privasi seseorang. Beberapa orang
mungkin kurang suka jika alamat email-nya disebarkan kepada umum.
Mengirim email ke banyak alamat menggunakan CC memungkinkan
penerima mengetahui setiap alamat email yang kita kirim. Oleh karena itu,
sebaiknya kita menggunakan BCC jika mengirimkan email secara masal. 

d. Membaca Dulu, Baru Bertanya 
Ada kalanya kita ikut bergambung pada sebuah forum diskusi di
internet yang membahas salah satu bidang ilmu. Setiap pertanyaan dan
jawaban pada forum selalu diarsipkan untuk dibaca kembali oleh anggota
forum. Usahakan agar kita membaca dulu apa yang sudah dibahas pada
forum tersebut sebelum bertanya. 

e. Menggunakan Kutipan
Di Internet, kutipan diperlukan bila kita membalas suatu email atau
memberi tanggapan pada milis.
Contohnya:
Balasan tanpa kutipan:
Ya, saya akan datang.
Balasan dengan kutipan:
> Saya mengundangmu datang ke Bandung minggu ini.
Ya, saya akan datang. 

g. Mencantumkan Nama Sumber/Penulis asli
Di internet sangat mudah untuk mendapatkan sumber berbagai dunia di dalam kehidupan jika ingin memposting suatu yang penting sangatlah baik, namun alangkah baiknya jika kita memberi tau sumber dari hasil tulisan tersebut jika tida si penulis akan menganggap kita telah mengklam tulisannya dan si penulis bisa saja memlaporkan kita dengan pasal hak cipta

Terima kasih telah membaca dan menerapkan tulisan yang ada di atas
monggoo...... di kritik atau di beri saran 

Sabtu, 10 April 2010

For Someone (Untuk Seseorang)


lagu untuk mantan kekasih terbaik dan belum pernah ada orang yang mampu menggantikan dirinya di dalam hati ini

this is my video for someone



thank's for all watching my video


Minggu, 04 April 2010

KEJADIAN ANEH KONYOL BIN AJAIB

Ini berawal dari, pada saat w di rumah menyalakan komputer gu trus langsung w log in facebook, kebetulan tugas dari sekolah numpuk banget trus mumpung w lagi rajin2'a w kerjain satu persatu tugas w maupun yang tertulis di buku atau lewat media. suatu saat w harus ngprint tugas w namun print w tinta'a abis dan w langsung mencari warnet terdekat untuk mengeprint tugas tsb, tpi w lupa FB w lupa w log out dan komputer jga kgk w matiin, , yah gw berfikir gpp lah, ,
ternyata , aneh bin ajaib

KEtika w di warnet kebetulan warnet'a ga tertutup bisa kita liat org lagi ngpaint dngn komputer'a, ketika w lagi nungguin tugas w di print sama server'a w duduk dan sambil melihat2 aktifitas org lain. suatu saat w liat Cwe ga terlalu cakep dia nyapa FB w dngn tulisan "hy" ga sengaja w liat tuh cwe ngirim chatt ke FB w , dengan spontan di situ gwa bales ke dia'a juga "hai juga"
eh terus tuh org belaga bingung , trus gw bilang aja tuh tdi lu ngrim chatt ke gw dri pda lu sakit hati kgk w bales chat lu gra2 gw ada di sini mending gwa jawab di sini, "
haha tuh org langsung aneh gitu malu ky'a tuh org, truss server'a manggil de ini udh jdi, ,
w udh gw bilang aja ke dia'a ehh gw pulang dulu y, ,
hahah
pas w nyampe di rumah bnr dia org yg ng chatt w, , trus dia'a udh kgk OL lagi, ,
haha malu kali tuh org y